Jarak dari Bandara Sultan Isakandar Muda ke Koata Pidie (orang Aceh menyebutnya Sigli) kurang lebih tiga jam, jalan yang dilalui kami kondisinya berkelak-kelok dan kondisinya tidak begitu baik. Kami juga melewati tempat-tempat kuburan massal korban tsunami. Di tengah perjalanan mobil elf uang kami tumpangi berhenti untuk istirahat di salah satu tempat peristirahatan yang menurut kami sangat unik dan merupakan salah satu ciri khas kedai Aceh dimana sepereti kafe terbuka dan kursinya cukup unik yaitu kursi plastic tapi ukurannya lebih kecil ceper, (selain di Aceh tempat makan seperti itu bisa ditemui pula di Kota Medan). Maka kami memesan kopi Aceh ingin merasakan bagaimana nikmatnya kopi Aceh, ternyata rasanya memang beda lebih harum dan kopinya lebih terasa. Orang Aceh terbiasa minum kopi di kedai-kedai kopi sambil mengobrol tentang apa saja, mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam berada di kedai kopi.
Kamis, 30 Oktober 2008
Nikmatnya Kopi Aceh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar